Beberapa Kesalahan Dalam Shalat


Di edisi kali ini, bukan mo nyalahin seseorang, saya cuman mo ngasih sedikit tentang bebrapa kekeliruan dalam shalat yang biasa dilakui oleh orang banyak. Tentunya berdasarkan Nash-Nash yang Sokheh. Mo tau tentang salah-salahnya…? Simak/Baca terus yach…!

1. Masalah shaft
Banyak banget orang di sekitar kita yang shalatnya tidak merhatiin tentang shaft. Padahal Rasul bersabda,“Sebaik-baik shof bagi laki-laki adalah yang paling depan, sedangkan shof yang paling buruk adalah yang paling akhir. Sedangkan shof yang terbaik bagi wanita adalah paling belakang dan yang paling buruk adalah yang paling depan.” (HR. Muslim). Tapi aneh banget, banyak orang yang justru malah pada ogah buat shalat di shaft pertama. Kaidah Fiqhiyah mengatakan: “Mengutamakan orang lain dalam masalah ibadah adalah terlarang”.
Kesalahan lain yang banyak muncul adalah tidak meluruskan ataupun merapatkan shof. Rosululloh bersabda yang artinya, “Luruskan shof-shof kalian, karena lurusnya shof termasuk kesempurnaan sholat.” (HR. Bukhori Muslim) . Selain Itu Rasul juga besabda. “Maukah kalian bershaft sebagaimana para malaikat bershaft di hadapan Rabbnya?, Sahabat bertanya, “Wahai Rasul, memang bagaimana cara malaikat bershaft di hadapan Rabbnya? Rasul Menjawab,”Mereka menyempurnakan shaft pertama terlebih dahulu, dan merapatkannya.” (H.R. Muslim)

2. Ngeduluin imam
Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda “Tidakkah orang yang mengangkat kepalanya mendahului imam merasa takut kalau Alloh merubah kepalanya menjadi kepala keledai.” (HR. Bukhori, Muslim)
“Sesungguhnya ubun-ubun orang yang merunduk dan mengangkat kepalanya mendahului imam berada di dalam genggaman setan.” (HR. Thobroni dengan status hasan)
Adapun larangan membarengi gerakan imam maka dasarnya adalah sabda Rosululloh “Sesungguhnya imam itu dijadikan untuk diikuti. Jika imam telah ruku’ maka ruku’-lah kalian dan jika imam bangkit maka bangkitlah kalian.” (HR. Al Bukhori). Dari hadits ini diambil kesimpulan terlarangnya mengakhirkan atau melambatkan gerakan dari imam. Adapun yang diperintahkan adalah mengikuti atau mengiringi gerakan imam.

3. Sibuk sholat sunah padahal telah iqomah
Terkadang kita jumpai seseorang yang malah sibuk dengan sholat nafilah/sunnah ketika iqomat telah dikumandangkan atau yang lebih parah malah memulai sholat sunnah baru dan tidak bergabung dengan sholat wajib. Hal ini menyelisihi sabda Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam yang artinya: “Apabila iqomah sudah dikumandangkan, maka tidak ada sholat kecuali sholat wajib.” (HR. Muslim)

4. Lewat di depan orang yang sedang shalat
Ga’ sedikit orang yang biasa lewat di depan orang shalat. Padahal Rasul Muhammad SAW bersabda, “Seandainya orang yang lewat di depan
orang shalat itu mengetahui dosanya, tentu berhenti (menunggu) empat puluh masa lebih baik baginya daripada lewat di depannya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Selidik punya selidik, ternyata ini akibat dari perbuatan muslim yang nyepelein Sutrah. Padahal Rasul Bersabda “Janganlah kamu shalat kecuali menghadap sutrah (batas tempat sholat) dan jangan biarkan seorang pun lewat di depanmu, jika ia enggan maka perangilah karena bersamanya ada qarin (teman)”. (HR. Muslim)

5. Pandangan ngga ke tempat sujud
Memandang ke langit (atas) atau menoleh ke kiri dan ke kanan ketika shalat. Hal ini telah diingetin oleh Nabi “Hendaklah orang-orang mau berhenti dari mendongakkan pan-dangannya ke langit ketika shalat atau Allah tidak mengembalikan pandangannya kepada mereka.” (HR. Muslim).
Adapun menoleh yang tidak diperlukan maka hal itu mengurangi kesempurnaan shalat, dan jika sampai lurus ke arah lain maka hal itu membatal-kan shalat.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, artinya: “Jauhi-lah dari menoleh dalam shalat, karena sesungguh-nya ia adalah suatu kebinasaan.” (HR.At-Tirmidzi dan dishahihkannya).
Memejamkan mata ketika shalat tanpa keperluan. Ini adalah makruh. Ibnu Qayyim berkata, ‘Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mencontohkan shalat dengan meme-jamkan mata.’ Akan tetapi jika memejamkan mata tersebut diperlukan misalnya, karena di hadapan-nya ada lukisan atau sesuatu yang menghalangi kekhusyu’annya maka hal itu tidak makruh.

6. Kaga ikuti keadaan imam saat masuk masjid.
Orang yang masuk masjid hendaknya langsung mengikuti imam, baik ketika itu ia
sedang duduk, sujud atau lainnya (tentunya setelah takbiratul ihram, sebagaimana disebutkan di muka). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallambersabda, artinya: “Jika kalian datang untuk shalat dan kami sedang sujud, maka sujudlah!” (HR. Abu Daud)

Kalau udah baca sampai sini berarti temen-temen udah tau beberapa kekeliruan yang biasa di lakuin oleh sebagaian besar Umat Muslim. Sekali lagi disini saya bukan nyalahin atau apapun. Cuman nyampein apa yang di sampein oleh Rasul Muhammad SAW.
Semoga tata cara shalat kita kedepannya emang sesuai yang diajarin oleh Beliau. Karena Rasul juga bersabda “Shalatlah sebagaimana kalian melihatku shalat” (H.R. Bukhari)

2 thoughts on “Beberapa Kesalahan Dalam Shalat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s