Rahasia Waktu

http://setitikcahaya.files.wordpress.com/2008/11/waktu.jpg

Masa Depan? masa depan yang mana? sepuluh tahun yang akan datang, dua puluh tahun yang akan datang? dua puluh lima tahun yang akan datang? Seberapa banyakkah angka terbesar yang pernah kita hitung? seratus, dua ratus, seribu, sejuta?

Toh itu masih angka, yang kita pun masih bisa menyebutnya. Sepuluh tahun, bukan waktu yang lama, masih terasa seperti kemarin tika kita lulus sma, lanjut kuliah, ternyata sudah sepuluh tahun. Waktu terasa berjalan sangat cepat, dan terus maju, tanpa rem ataupun perlambatan.

Pernahkah bertanya pada diri sendiri, berapa kira2 uang yang cukup buat kita untuk hidup? andai kita diberi kesempatan untuk punya uang sebanyak itu, berapa jumlah yang akan kita minta? seratus juta? seratus milyar? seratus trilyun? Seberapapun yang kita minta, jumlah segitu setidaknya masih bisa disebut.

Coba jika kita punya umur yang tidak terbatas, tidak cuman 60 tahun, 70 tahun, 100 tahun, atau 1000 tahun, tapi bener2 tidak terbatas, sehingga tak akan mungkin kita bisa menyebutnya. Apa yang akan kita lakukan? Apa yang akan kita nasihatkan ke anak2 kita?

Tahun berganti, usia kita bertambah, namun sebenarnya jatah umur hidup kita di dunia semakin sedikit. Kalaupun angka harapan hidup orang indonesia sekitar 65 tahun, kita bisa hitung2 sendiri berapa tahun lagi sebetulnya ‘jatah’ hidup kita.

Mungkin hanya 65 tahun waktu hidup yang bisa kita rasakan saat ini, tapi ada ‘hidup’ setelah hidup kita saat ini yang tak terbatas, tak terkatakan seberapa lamanya, karena memang sangaaaat lama.

Karenanya jika kita sebut masa depan, masa depan yang mana yang kita utamakan? Masa depan yang cuman sepuluh atau duapuluh tahun yang akan datang? tiga puluh tahun yang akan datang, atau masa depan yang tak terhingga?

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” QS Al Hasyr 18.

Mungkin sudah saatnya kita memberikan nasihat yang berbeda untuk anak2 kita, sejak awal kita tanamkan, bukan hanya untuk kebaikan masa depan sepuluh atau dua puluh tahun yang akan datang, namun masa depan yang abadi.

Belajar, beribadah, dan beramal yang baik ya Nak, supaya masa depan kita cerah, kita bisa dikumpulkan kembali besok di Surga-Nya

Sumber : http://jejakhati.wordpress.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s