SEMUA AMAL MANUSIA AKAN DIPERLIHATKAN

Seluruh amal manusia selagi hidup di dunia akan dilihat oleh Allah dan diperlihatkan Allah kepada Rasulullah dan seluruh kaum muslimin. Apakah selagi mereka yang beramal itu masih hidup ataupun kelak ketika mereka sudah di dalam kubur, dan juga saat hari berbangkit setelah hari kiamat kelak.

Firman Allah SWT dalam surat Attaubah ayat 105: “Dan katakanlah: “Beramallah kamu sekalian, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaan kalian itu, dan kalian akan dikembalikan kepada Allah, Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata. Lalu diberitakan-Nya kepada kamu sekalian apa yang telah kamu kerjakan.”

Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa amal yang kita kerjakan sebagai hamba Allah, pasti akan ditampilkan kembali di hadapan Allah SWT., di hadapan Rasulullah dan di hadapan orang-orang yang beriman. Tidak peduli apakah amal itu baik atau amal itu amalan yang tercela, semuanya akan ditampilkan tanpa kecuali.

Hal ini juga sesuai dengan Firman Allah pada Surat Al Haqqoh ayat 18: “Pada hari itu kamu sekalian akan di hadapkan (kepada Tuhan kamu), tiada sesuatupun dari keadaan kamu yang tersembunyi.”

Juga ditegaskan dalam Surat At-thariq ayat 9: “Pada hari yang dinampakkan segala rahasia.”

Juga Firman Allah pada Surat Al – ’Adiyat ayat 10: “Dan dilahirkan segala apa yang di dalam dada”.

Adapun mengenai dinampakkannya amal itu terbagi dalam 3 keadaan :

1. Pada keadaan yang beramal itu masih hidup, dan dinampakkan kepada orang yang masih hidup pula.

Dalam sebuah haditsnya Rasulullah bersabda : “Seandainya seseorang di antara kalian beramal di dalam sebuah batu besar, sebuah benda mati, tanpa ada pintu atau lubangnya, niscaya Allah akan mengeluarkan amalnya kepada semua orang seperti apa yang diamalkannya di tempat tersembunyi itu.”

Dalam hadits yang lain Rasullullah bersabda: ”Barangsiapa yang membuka aib saudaranya muslim, maka Allah akan membuka aibnya sehingga semua orang tahu akan aibnya, dan dia menjadi malu walaupun sudah tinggal berkurung di rumahnya.”

Siti ‘Aisyah RA pernah berkata bahwa apabila kamu merasa kagum akan amal kebaikan seorang yang muslim, maka ucapkanlah Firman Allah yang ada pada surat At taubah ayat 105: “Beramallah kamu sekalian, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat amalan kamu itu “( Hadits Riwayat Imam Bukhari ).

2. Pada keadaan orang yang beramal itu masih hidup, tapi amalnya diperlihatkan kepada orang orang yang sudah mati.

Dalam hadits hadits nabi juga ada disebutkan bahwa amal orang yang hidup diperlihatkan kepada orang-orang yang sudah mati dari kerabat dan keluarga orang yang beramal itu, di alam barzakh atau alam kubur. Rasul bersabda: “Sesungguhnya amal-amal kamu sekalian ditampilkan kepada kaum kerabat dan keluarga kamu yang ada di dalam kubur. Jika amal pebuatan kamu itu baik, maka mereka merasa gembira dengan amal-amal itu. Namun jika amal kamu itu sebaliknya, yaitu amal yang buruk, maka mereka saudaramu yang di dalam kubur itu berdoa: “Ya Allah berilah mereka ilham (kekuatan) untuk mengamalkan amalan ta’at kepada-Mu”. (Hadits Riwayat Abu Daud, dari Al Hasan, dari Jabir bin Abdullah).

Dalam hadits yang lain dari Abdurrazzaq, dari Syofyan, dari Anas bin Malik RA, bahwa Rasullah telah bersabda: “Sesungguhnya amalan-amalan kamu sekalian ditampilkan kepada kaum kerabatmu dan keluargamu yang telah mati. Jika amal itu baik, maka mereka bergembira karenanya, namun jika hal itu sebaliknya, yakni amalan itu buruk, maka mereka berdoa,” Ya Allah janganlah Engkau matikan mereka sebelum Engkau beri mereka hidayah, sebagaimana Engkau telah memberi kami hidayah!” (Hadits Riwayat Imam Ahmad).

Hadits-hadits di atas dengan gamblang dan nyata menjelaskan bahwa hubungan orang hidup dan orang mati masih ada. Malah orang yang sudah mati masih bisa mendoakan orang yang masih hidup agar diberi hidayah oleh Allah SWT. Keterangan hadits-hadits ini mematahkan pendapat orang yang mengatakan hubungan orang hidup dengan orang mati sudah putus, tidak ada lagi manfa’at dan hubungan sama sekali.

Apalagi ada banyak hadits-hadits shohih lainnya yang menyuruh kita memberi salam jika masuk kompleks kuburan kepada ahli kubur. Kalaulah hubungan orang yang masih hidup dengan orang mati sudah terputus, dan mereka ahli kubur tidak bisa lagi memberikan respons kepada orang -orang yang masih hidup, lantas untuk apa nabi SAW memerintahkan kita yang masih hidup memberi salam kepada ahli kubur ketika memasuki kompleks kuburan? Sebuah perintah yang sia-sia tentunya!

Oleh karena itu kita mestilah memahami bahwa bagaimanapun hubungan orang hidup dengan orang yang mati tidaklah otomatis terputus dengan kematian itu. Masih ada hubungan, amal, dan doa antara si hidup dan si mati.

3. Pada Keadaan Setelah Kiamat

Allah berfirman pada Surat pada Surat Al-Zalzalah ayat 6 sampai 8: “Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sebesar zarrahpun, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasannya) pula.”

Pada hari setelah kiamat ini semua amal akan diperlihatkan. Semuanya akan melihat amal manusia satu persatu. Allah, Rasulullah, dan seluruh manusia, sebagai wujud keadilan Allah SWT.

Pada saat itu orang yang beramal sholeh akan merasa sangat gembira wajah mereka akan putih bersih karena melihat amal sholeh mereka sewaktu di dunia dahulu serta melihat balasan amal sholeh mereka yang telah disediakan oleh Allah berupa surga dengan segala kenikmatannya (surat Al Ghasyiyah ayat 8 – 16)

Adapun orang yang banyak mengerjakan amal keji ketika hidup di dunia akan tertunduk malu. Mereka akan menundukkan wajah mereka serendah-rendahnya bahkan sampai berjalan dengan mempergunakan muka mereka menyusur tanah tersebab malu dan kecewa. Firman Allah SWT. dalam surat As Sajadah ayat 12: “Dan (alangkah mengerikan), jika Sekiranya kamu melihat mereka ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): “Ya Tuhan Kami, Kami telah melihat dan mendengar, Maka kembalikanlah Kami (ke dunia), Kami akan mengerjakan amal saleh, Sesungguhnya Kami adalah orang-orang yang yakin.”

Dunia adalah tempat bercocok tanam sementara hasil panen akan diperoleh di akhirat. Rasulullah bersabda: “Orang yang cerdas adalah orang yang memijak nafsunya agar mau taat kepada Allah serta beramal untuk persiapan setelah mati, orang yang bodoh adalah orang yang selalu memperturutkan hawa nafsunya, tapi berangan-angan muluk mendapatkan ridha Allah”. (HR. Imam Abu Dawud)

Sungguh beruntung orang yang beramal sholeh ketika hidup di dunia!

Celaka besar orang yang lalai dan durhaka pada Allah!

Wallahu A’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s