Mari perbanyak tilawah Al Quran

http://tsdipura.files.wordpress.com/2009/03/al-quran.jpg

Kebiasaan dalam kehidupan manusia memiliki pengaruh yang luar biasa. Disadari atau tidak, sebenarnya manusia adalah makhluk kebiasaan. Rasulullah saw mengajarkan para orang tua untuk membiasakan anak-anak usia tujuh tahun untuk melakukan sholat lima waktu. Dengan pembiasaan tersebut, maka sholat lima waktu tidak akan terasa berat saat mereka dewasa.

Kebiasaan adalah sesuatu yang rutin kita jalankan. Kebiasaan terjadi karena tiga faktor yang berkait satu sama lain. Pertama, pengetahuan secara teoritik tentang sesuatu yang perlu dikerjakan. Kedua, motivasi yang mendorong jiwa seseorang untuk melakukan hal tersebut. Ketiga, kemampuan (skill) untuk melakukan pekerjaan tersebut. Saya akan membahas tentang kebiasaan berkaitan dengan tilawah.

1. Pengetahuan tentang pentingnya tilawah

Menjaga kesucian jiwa
Setiap jiwa cenderung kepada hal-hal yang menjauhkan manusia dari Rabb-nya dan semua yang dilarang Allah. Silahkan hitung, dari 24 jam yang kita lalui, berapa persen yang diisi untuk ingat kepada Allah swt?

Jawabannya mungkin hanya dalam hitungan jari, kecuali orang yag dirahmati Allah. Keadaan itulah yang membuat kekotoran jiwa. Dengan datangnya Al Quran, kotoran itu pun hilang. Jadilah ia manusia yang bersih jiwanya dan selalu mencintai Rabb-nya. (lihat QS 2:2 dan QS 27:92)

Menambah simpanan pahala
Itulah rahmat Allah yang paling besar untuk manusia, hanya dengan membacanya saja Allah berikan pahala, dan hitungannya adalah per huruf, bukan per ayat apalagi per surat. Hampir tidak ada amalan lain semudah tilawatul Quran dalam memberikan pahala kepada pelakunya. Sungguh rugi orang beriman yang tidak mau mengambil peluang itu hanya karena kalah menghadapi hawa nafsu dan kesibukannya. Padahal, para salafush sholih telah menikmati peluang itu dengan berhasil khatam Al Quran sepanjang hidupnya sebanyak ribuan kali. Sementara kita baru satuan atau puluhan kali khatam. Itupun dengan gangguan penyakit hati. Alangkah ruginya hidup kita yang sebentar ini jika berlalu tanpa bekal yang cukup untuk menghadap Allah.

Menumbuhkan motivasi amal shaleh lainnya
Allah menjadikan banyak sekali pintu amal shaleh. Namun jika kita tanyakan pada diri kita berapa banyak pintu yang sudah kita masuki, tentu jawabannya baru sedikit. Hal itu disebabkan lemahnya jiwa kita. Namun jika banyak ayat yang menyirami jiwa kita, terbentuklah jiwa yang kuat, siap untuk melaksanakan seluruh amal shaleh yang disyariatkan Islam. Untuk itu, pahamilah kaidah “Setiap amal shaleh akan membawa pada amal shaleh yang lain. Sebaliknya setiap maksiat sekecil apapun (jika tidak segera bertobat) akan membawa pada maksiat yang lain.”

Menjadi syafaat di hari kiamat
Tidak ada yang lebih mengerikan bagi manusia dari sidang Allah yang Mahaadil di akhirat. Jika di dunia manusia selalu butuh pengacara mahal untuk membelanya, maka Al Quran siap menjadi pembela bagi para sahabatnya di hari kiamat kelak.

2. Motivasi

Motivasi adalah sebuah alasan atau dorongan seseorang untuk bertindak. Orang yang tidak mau bertindak sering kali disebut tidak memiliki motivasi. Alasan atau dorongan itu bisa datang dari luar maupun dari dalam diri. Pada dasarnya semua motivasi itu datang dari dalam diri, faktor luar hanyalah pemicu munculnya motivasi tersebut. Motivasi dari luar adalah motivasi yang pemicunya datang dari luar diri kita. Sementara motivasi dari dalam ialah motivasi yang muncul dari inisiatif diri kita.

Berapa lama kita akan mempertahankan kebersamaan kita dengan Al Quran? Sepekan atau dua pekan? Sebulan atau dua bulan? Jika tekad kita seperti itu, hanya seperti itulah Al Quran bersama kita. Tanamkan tekad dan motivasi yang kuat dalam jiwa kita, bahwa kita akan mempertahankan Al Quran dalam diri kita sepanjang hidup kita.

Knowing is nothing, applied knowing is everything. Mengetahui pentingnya tilawah akan lebih terasa manfaatnya jika kita mengamalkan tilawah dan terus beristiqomah sepanjang hayat masih dikandung badan.

3. Kemampuan

Kemampuan tilawah seseorang sangat mempengaruhi kebiasaan tilawah-nya. Orang yang sudah lancar dan benar bacaannya, ia hanya memerlukan waktu 30 sampai 45 menit untuk membaca satu juz dengan baik. Jika belum lancar, ia membutuhkan waktu kira-kira 60 menit. Ada juga yang membaca dengan cepat tanpa kaidah tajwid, bahkan surat Al fatihah bisa dibaca dengan satu kali tarikan nafas.

Yang saya maksud dengan kemampuan tilawah yaitu kemampuan membaca Al Quran secara tartil, baik dibaca dengan lambat (tahqiq), sedang (tadwir) ataupun cepat (hadr). Tartil dalam membaca Al Quran maksudnya mengeluarkan huruf dari tempat keluarnya (makhorijul huruf), memperhatikan hukum-hukum bacaan, serta mengetahui tempat berhenti dan dimana harus memulai bacaannya kembali.

Tiga faktor tersebut harus kita penuhi semuanya sehingga kita bisa membangun kebiasaan baru. Bila kita gagal memenuhi salah satu dari tiga faktor tersebut, pasti kita tidak akan bisa membangun kebiasaan yang kita kehendaki tersebut.

Perlu dicatat bahwa kebiasaan itu terbangun melalui masa yang panjang dalam kehidupan kita. Jika kita ingin membangun kebiasaan yang baru, kita memerlukan kerja keras, pengorbanan dan fokus. Setelah kita benar-benar terbiasa, yakinlah kita akan sulit untuk menghilangkannya.

Semoga bermanfaat.

Wallohu a’lam bish showab

Referensi :

Al Quayyid, Dr Ibrahim bin Hamd. 10 kebiasaan Muslim yang Sukses

Abdul Rouf, Abdul Aziz. Tarbiyah Syakhsiyah Quraniyyah

Abdil Haq, Abu. Bimbingan Tahsin dan Tajwid

Diambil dari:
http://murobbisukses.com/2009/12/membangun-kebiasaan-tilawah-satu-juz-sehari/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s