Sebuah Renungan Diri

https://i0.wp.com/sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs432.snc3/24913_120026778007771_100000013477548_341373_2828037_n.jpg

Satu tahun tak terasa belajar menuntut ilmu di kampus nan hijau. Akhirnya tiba saatnya untukku melaksanakan praktek industri untuk memenuhi tugas akhir masa pembelajaran di Bogor EduCARE. Berbagai kisah telah terukir di kampus ini serta telah membuat hidupku berubah menjadi 180 Derajat Insya Allah menuju kebaikan.

Setelah sedikit curhat pada awal postingan, pada kesempatan kali ini saya mengutip dari dari suatu kisah tentang Rasulullah SAW  menantunya Ali Radiallahu anhu.

Rasulullah SAW bersabda kepada menantunya, Ali Radiallahu anhu, ” Wahai ‘Ali, setiap sesuatu pasti ada penyakitnya.

Penyakit bicara adalah bohong,

penyakit ilmu adalah lupa,

penyakit ibadah adalah riya’,

penyakit akhlaq mulia adalah kagum kepada diri sendiri,

penyakit berani adalah menyerang,

penyakit dermawan adalah mengungkap pemberian,

penyakit tampan adalah sombong,

penyakit bangsawan adalah membanggakan diri,

penyakit malu adalah lemah,

penyakit mulia adalah menyombongkan diri,

penyakit kaya adalah kikir,

penyakit royal adalah hidup mewah,

dan penyakit agama adalah nafsu yang diperturutkan….” 

Ketika berwasiat kepada ‘Ali bin Abi Thalib r.a. Rasulullah SAW bersabda, “Wahai ‘Ali, orang yang riya’ itu punya tiga ciri, yaitu :

  • rajin beribadah ketika dilihat orang,
  • malas ketika sendirian,
  • dan ingin mendapat pujian dalam segala perkara.

Wahai ‘Ali, jika engkau dipuji orang, maka berdo’alah,

Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik daripada yang dikatakannya, ampunilah dosa-dosaku yang tersembunyi darinya, dan janganlah kata-katanya mengakibatkan siksaan bagiku…

Ketika ditanya bagaimana cara mengobati hati yang sedang resah dan gundah gulana, Ibnu Mas’ud r.a berkata, ” Dengarkanlah bacaan Al-Qur’an atau datanglah ke majelis-majelis dzikir atau pergilah ke tempat yang sunyi untuk berkhalwat dengan Allah SWT Jika belum terobati juga, maka mintalah kepada Allah SWT hati yang lain, karena sesungguhnya hati yang kamu pakai bukan lagi hatimu.”

4 thoughts on “Sebuah Renungan Diri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s