Cara sederhana untuk mengelola laba usaha

Menyisihkan 20% dari laba usaha bersih untuk digunakan sebagai investasi atau dana cadangan. Investasi ini bermanfaat untuk kebutuhan operasional usaha dalam jangka waktu panjang, dan hanya digunakan untuk kebutuhan yang benar-benar urgent. Investasi ini dapat berbentuk tabungan, deposito, emas, properti, atau surat berharga.

10% dari laba usaha bersih digunakan untuk pengembangan usaha. Misalnya untuk pengembangan infrastruktur, SDM, sistem IT, atau membuka cabang baru untuk perluasan usaha. Sebagai reward atas kerja keras kita dalam mengelola bisnis, kita dapat menggunakan 10% dari laba usaha untuk keperluan pribadi dan keluarga.

Sebagai wujud tanggung jawab sosial dan kepedulian kita terhadap lingkungan, sisihkan 10% dari laba usaha untuk zakat, dana sosial, dan infaq. Dengan demikian, tidak hanya keuntungan material saja yang kita dapatkan, tapi juga keberkahan dalam bisnis yang dijalankan. Menggunakan 60% dari laba usaha bersih sebagai modal berputar, stok barang, dan operasional usaha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s