Daftar SMAN Di Bogor

SMA Negeri 1 Bogor
Jl. Ir. H. Juanda 16 Bogor 16122
Telp. (0251) 8321758 – Fax : (0251) 8337532

SMA Negeri 2 Bogor
Jl. Keranji Ujung 1 Budi Agung, Bogor 16310
Tel. 0251-8318761, 0251-8326192

SMA Negeri 3 Bogor
Alamat : Jl. Pakuan No. 4 Bogor
Telp : 0251-8321747
E-Mail :sman3bgr@smantiboo.com

SMA NEGERI 4 BOGOR.
Alamat : Jl. Dreded No. 36 Bogor 16132.
Telepon: +62-0251-8323951. Fax: + 62-0251-8323951.
Email: sma_4_bogor@yahoo.com

SMA NEGERI 5 BOGOR
Alamat : Jl Manunggal No.22
https://rangeradith.files.wordpress.com/2012/01/n108889265135_2781.jpg?w=200

 

SMAN 6 Bogor
Jl. Walet No. 13 Rt 04/02 Tanah Sareal Bogor 16161
Telp. 0251 – 8331 732
e-mail : sman6_bogor@yahoo.com

SMUN 7 BOGOR
JL PALUPUH NO.7 BANTARJATI
KEL TEGAL GUNDIL KEC BOGOR UTARA
Telp .0251 326739
e-mail : info@sma7bogor.com

SMA NEGERI 8 BOGOR
Alamat: Jl. BTN Ciparigi No.60 Kota Bogor 16157
Telepon: 02518652927 Fax: 02518652927

 

SMAN 9 BOGOR
Jl RA Kartini 1, Ciwaringin, Bogor Barat BOGOR

SMAN 10 Bogor
Jl Pinang Raya Kompl Yasmine G BOGOR Bogor

Buku Islam

https://i0.wp.com/www.bukusaku.net/wp-content/uploads/2011/11/10.jpg

Jika anda orang yang agak malas dengan yang namanya membaca buku, apalagi buku yang tebal. Saya rasa Buku Islam terbitan LBKI adalah pilihan yang tepat.

LBKI adalah singkatan dari Lembaga Buku Kecil Islami, yang berlokasi di Jl. Purnama Cimanglid, Sukamantri Tamansari – Bogor.

Yang Merupakan sebuah perusahaan penerbitan dan memfokuskan diri dalam pembuatan dan penyebaran Buku Islam berukuran kecil agar tidak memberatkan pembacanya dan mudah dipahami.

Semangat untuk menyebarkan dakwah Islam yang murni dengan Buku Islam yang ringkas, mudah dipahami dan murah menjadi inspirasi bagi LBKI untuk terus berkarya demi masa depan umat yang cemerlang.

Buku Islam Terbitan LBKI adalah secercah cahaya yang menerangi gelapnya pengetahuan tentang agama Islam. Dengan bahasa yang mudah dipahami, ringkas dan menggugah, buku ini pasti bermanfaat.

Sejak awal berdirinya, LBKI telah bekerja sama dengan beberapa perusahaan percetakan buku. Diantaranya adalah PT Malta Pritindo, CV. Ridwana dan CV. Kholam.

Untuk mendistribusikan Buku Islam terbitan LBKI kepada konsumen, LBKI telah bekerja sama dengan PT Dakota dan Tiki JNE. Sedangkan untuk pembayarannya, LBKI telah bekerjasama dengan beberapa bank yaitu BCA, Bank Syariah Mandiri, BRI, BNI Syariah, dan Bank Muamalat.

Meskipun LBKI termasuk baru dalam dunia penerbitan buku, LBKI sudah memiliki beberapa prestasi. Diantaranya adalah penerbitan buku kecil pertama di Indonesia yang khusus mencetak Buku Islam berukuran saku dan mampu menjual rata-rata 6.500 paket/bulan atau 70.000 paket/tahun.

Shalat Gerhana

Islam adalah agama yang sempurna. Segala hal yang ada di dunia ada aturan dan tata caranya, dan semua itu demi kebaikan manusia sendiri. Islam mengatur segala hal, bahkan termasuk fenomena alam seperti gerhana. Setiap kali melihat gerhana, umat muslim dianjurkan untuk melakukan shalat gerhana dua rakaat.

Hukum shalat gerhana ini adalah sunnah muakkad, atau sunnah yang hampir wajib. Meski begitu, tidak ada dosa bagi yang tidak sempat melaksanakannya.

Shalat gerhana ada dua, yaitu shalat kusuf, sewaktu melihat fenomena gerhana matahari, dan shalat khusuf, waktu melihat gerhana bulan. Shalat ini disebut juga shalat kusufain, dan dilakukan Rasulullah dan pengikutnya di dalam masjid, tanpa harus diawali dengan adzan dan iqamat.

Landasan Dalil Shalat Gerhana

Dari Al-Mughirah bin Syu’bah RA, berkata, ”Terjadi gerhana matahari di masa Rasulullah saw. saat kematian Ibrahim”. Rasulullah saw. bersabda, ”Sesungguhnya matahari dan bulan adalah tanda-tanda kebesaran Allah, keduanya terjadi gerhana bukan karena kematian seseorang dan tidak karena kelahiran seseorang. Ketika kalian melihatnya, maka berdoalah pada Allah dan shalatlah sampai selesai.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Dari ‘Aisyah RA, istri Nabi saw. berkata, “Terjadi gerhana matahari dalam kehidupan Rasulullah saw. Beliau keluar menuju masjid, berdiri dan bertakbir. Sahabat di belakangnya membuat shaff. Rasulullah saw. membaca Al-Qur’an dengan bacaan yang panjang, kemudian takbir, selanjutnya ruku dengan ruku yang panjang, kemudian mengangkat kepalanya dan berkata, “Sami’allahu liman hamidah rabbana walakal hamdu”. Setelah itu membaca dengan bacaan yang panjang, lebih pendek dari bacaan pertama. Kemudian takbir, selanjutnya ruku lagi dengan ruku yang panjang, tetapi lebih pendek dari ruku’ pertama. Kemudian berkata, ”Sami’allahu liman hamidah rabbana walakal hamdu.” Selanjutnya sujud. Dan seterusnya melakukan seperti pada rakaat pertama, sehingga sempurnalah melakukan shalat dengan empat ruku dan empat sujud. Dan matahari bercahaya kembali sebelum mereka meninggalkan tempat. Seterusnya Rasul saw bangkit berkhutbah di hadapan manusia, beliau memuji Allah dengan pujian yang layak bagi-Nya. Rasul saw. bersabda, ”Sesungguhnya matahari dan bulan merupakan bagian dari tanda-tanda kebesaran Allah. Kedua gerhana itu tidak terjadi karena kematian atau kehidupan seseorang. Jika kalian melihatnya bersegeralah untuk shalat.” (HR Bukhari dan Muslim)

Tata Cara Shalat Gerhana

Sesudah menyucikan diri dengan air wudlu, yang pertama harus dilakukan adalah melafalkan niat dalam hati. Bacaan niatnya hampir sama dengan shalat sunnah lainnya, dan yakini dalam hati kalau melakukan shalat gerhana semata-mata karena Allah Ta’ala. Shalat gerhana juga lebih diutamakan dilakukan berjamaah, sama seperti shalat tarawih.

Shalat gerhana dilakukan sebanyak dua rakaat, dengan dua ruku’ dan dua sujud di tiap rakaatnya. Tata caranya, yang pertama, lakukan takbiratul ihram dan bacalah Al-Fatihah seperti shalat lainnya, hanya saja bacalah surat Al-Fatihah dengan suara keras (sesuai hadist Nabi yang diriwayatkan Bukhari Muslim).

Kemudian lakukan ruku’ dan i’tidal. Tapi sesudah membaca i’tidal, posisikan diri dengan bersedekap seperti sesudah melakukan takbiratul ihram. Baca lagi surat Al-Fatihah dan surat lain yang lebih panjang, dan lakukan gerakan lain persis sebagaimana shalat fardu, sampai menyelesaikan sujud rakaat pertama.

Lalu di rakaat kedua, lakukan gerakan persis seperti di rakaat pertama. Sesudah salam, lakukan dzikir sambil berdoa seperti biasa.

Betapa Mulianya Jika Engkau Berjilbab

Di zaman ini wanita-wanita yang berjalan berlenggak-lenggok mengenakan pakaian ketat lagi transparan hingga membentuk lekuk tubuhnya bahkan nyaris telanjang tampaknya sudah bukan lagi menjadi pemandangan yang asing. Pemandangan nggak halal kayak gitu tersedia gratis sepanjang hari dari pagi hingga malam dan di hampir setiap tempat, di jalan-jalan, mall, pasar, bahkan di kampus.

Aku heran, kok mereka nggak malu ya auratnya kelihatan, pakai pakaian serba minim kayak gitu? Atau jangan-jangan sengaja lagi, auratnya dipamer-pamerkan. Hiii…! Rasa malu yang menjadi salah satu ciri agama Islam yang paling jelas dari akhlak-akhlak mulia yang lain ini kayaknya sudah mereka tanggalkan.

Amat disayangkan, karena jauhnya umat Islam dari agamanya dan enggannya mereka mempelajari agamanya menyebabkan mereka terjatuh dari kerendahan kepada kerendahan yang lain dan akan senantiasa jatuh sehingga benar-benar turun di kerak Neraka yang paling bawah.

Malu adalah termasuk dari iman, apabila hilang rasa malu maka akan hilang bersamanya iman. Dari Ibnu Umar Rodliyallohu ‘anhu berkata, “Rosululloh Sholallohu alaihi wassalam bersabda, ‘Rasa malu dan iman, digandengkan bersamaan, maka apabila diangkat salah satunya, hilang yang lain’.” (Hadits Riwayat Al-Hakim)

Ngakunya Muslim, tapi masih memakai rok mini dengan kaos ‘you can see’ yang kelihatan pusarnya. Kalau sudah gitu, nggak ada lagi ciri-ciri keIslaman pada dirinya, sehingga sulit dibedakan mana wanita Muslimah dan mana wanita kafir, karena sama-sama nggak pakai Jilbab.

Kalaupun pakai, yah cuman asal-asalan saja. Padahal yang namanya Jilbab itu harus menutupi seluruh tubuh, tidak transparan, tidak ketat, tidak menyerupai pakaian wanita kafir dan laki-laki, dan tidak terhiasi oleh perhiasan yang menarik perhatian orang lain agar tidak termasuk golongan wanita-wanita yang ber-tabarruj (mempertontonkan) perhiasan.

Aurat adalah perhiasan yang semestinya dijaga dengan baik. Tak sepantasnya dipamer-pamerkan dan diobral dengan murah. Mengobral aurat pada setiap orang, seolah membiarkan barang yang amat berharga dijadikan tontongan banyak orang. Dengan begitu, status berharga pun berubah menjadi barang yang rendah dan murah, karena setiap orang akan mudah menikmatinya. Itukah yang diinginkan para wanita?

Wahai saudariku, pakailah dan biasakanlah berhijab karena hal itu bisa menjagamu daari fitnah. Hijab dan penutup wajahmu adalah kemuliaan di sisi Alloh Ta’ala serta kebahagiaan bagimu di dunia dan akhirat.

Di dunia, hijab sebagai pertahanan kemuliaan dan kehormatan sedang di akhirat ada pahala yang besar dari Alloh. Coba pikirkan, adakah yang namanya kasus perkosaan itu dilakukan oleh laki-laki hidung belang terhadap wanita yang tertutup seluruh tubuhnya, yang menjalankan sunnah-sunnah Rosululloh Sholallohu alaihi wassalam baik itu dalam berbusana maupun dalam pergaulannya?

Kalaupun ada, pasti jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Tak disangkal bahwa kebanyakan yang terjadi adalah terhadap wanita yang terbuka auratnya sehingga menimbulkan syahwat kaum lelaki yang sudah tak terkendali lagi.

Karena itu, ya Ukhti, janganlah ragu untuk memakai Jilbab yang sesuai syar’i. Berpakaianlah yang sesuai dengan adab-adab yang telah ditetapkan oleh syariat ini. Gunakan kain yang tebal untuk menutupi tubuhmu dan hendaknya tidak berwarna menyolok sehingga mengundang fitnah atau menjadi godaan bagi kaum lelaki. Paling baik adalah Jilbab yang besar dan berwarna gelap.

Target Ramadhan

Alhamdulillah kita bertemu lagi dengan bulan yang amat mulia yaitu bulan Ramadhan. Bulan dimana diturunkannya Kitab Suci Umat Islam yaitu Al Quran. Bulan dimana berbagai ampunan serta keberkahan diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada hambaNya yang bertaqwa.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah, Alloh mewajibkan puasa atas kalian di dalamnya. Pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka Jahim ditutup, setan-setan dibelenggu dan di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang diharamkan mendapatkan kebaikan malam itu, maka ia telah diharamkan.” (HR. Ahmad, dishahihkan al-Arna’uth)

“Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (dari Alloh) maka diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Di bulan yang penuh berkah ini baiknya kita isi dengan berbagai ibadah serta ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka dari itu perlu target yang harus kita rancang agar ibadah kita maksimal di Bulan Ramadhan Kali ini. Continue reading

Dasar – Dasar Jurnalistik

Pengertian Jurnalistik bermula dari kata Journal (catatan harian atau catatan peristiwa sehari-hari). Pengertian jurnalistik tidak hanya berhubungan dengan aktivitas kerja kepenulisan dan produksi berita. Jurnalistik bisa diartikan sebagai ilmu dan bidang kajian mengenai pengemasan informasi dengan menggunakan  media massa.

Sebagai ilmu dan bidang kajian, jurnalistik masuk dalam cakupan bidang komunikasi. Biasanya di dunia akademik perguruan tinggi, ilmu jurnalistik menjadi bagian dari fakultas komunikasi. Continue reading

komisi8@yahoo.com

Pagi tadi ketika melihat di salah satu tautan teman di facebook, saya melihat video yang berisikan wawancara antara Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA) dengan komisi VIII DPR RI terkait dengan UU Fakir yang diadakan Di Australia.

Ada satu hal yang menarik saat salah satu peserta menanyakan email resmi dari komisi VIII DPR RI, nah disitu muncul ketegangan atau lebih pas nya grogi dari komisi VIII DPR RI saat ditanyakan alamat emailnya. Pertama mereka menyebutkan email pribadinya, namun tak puas mendapatkan email pribadi dari masing-masing anggota DPR mereka menginginkan email resmi dari komisi VIII DPR RI.

Dijawablah komisi8@yahoo.com

Berikut videonya :